Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Badai Matahari Maret 2012

ImageFoto NASA memperlihatkan beberapa letusan besar di permukaan matahari, Kamis (8/3). Fenomena ini tidak menimbulkan dampak buruk.

WASHINGTON – Badai matahari yang dikhawatirkan mengganggu medan magnet bumi ternyata tidak menimbulkan dampak buruk bagi jaringan listrik, lalu lintas udara, dan sistem navigasi satelit di antariksa pada Kamis (8/3) waktu Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, para pakar khawatir badai matahari bakal mengganggu segala sesuatu yang berkaitan dengan komunikasi radio dan navigasi di udara.

Badai matahari terjadi karena adanya dua ledakan besar pada bagian matahari.”Hingga saat ini orientasi badai matahari menimbulkan dampak minimal pada medan magnet bumi,” kata Joseph Kunches, pakar cuaca antariksa dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS. Namun, lanjut Kunches, masih ada sedikit gangguan kecil di wilayah kutub yang mengharuskan pesawat mengalihkan rute agar tidak terjadi masalah pada Rabu (7/3).

”Badai matahari itu sepertinya tidak cukup mengganggu sistem GPS (global positioning system),” imbuhnya seperti dikutip Reuters. Di Amerika Utara, badai matahari menimbulkan fenomena aurora atau cahaya utara pada Kamis malam. Menurut Kunches, aurora itu dapat dilihat di sepanjang selatan hingga utara AS.”Namun, bulan purnama menjadikan aurora sulit terlihat,”katanya.

Fasilitas jaringan listrik di Amerika Utara juga tidak mengalami gangguan. ”Semuanya aman dari dampak buruk badai matahari,” ujar juru bicara North American Electric Reliability Corporation, Kimberly Mielcarek. Namun, badai matahari itu menyebabkan gangguan jaringan radio selama dua jam di beberapa frekuensi di Afrika dan Australia. ”Kita tidak melihat adanya dampak signifikan pada sistem listrik dan teknologi,” kata Norm Cohen, peneliti cuaca NOAA, seperti dikutip Daily Mail.

Kamis lalu, maskapai Delta Air dan United Airlines mengalihkan 11 penerbangan ke Asia di luar jalur umum yang mereka laluidiataskutubutara.Tigamaskapai American Airlines yang terbang ke Jepang dan China harus terbang lebih rendah. Fisikawan surya NASA David Hathaway menegaskan, badai matahari telah usai. Hal itu ditunjukkan melalui penurunan angka alat pembaca medan magnet bumi. Sementara fisikawan surya NASA lainnya, Alex Young, menjelaskan, badai matahari ini memberikan kepada manusia sedikit peringatan.

Menurutnya, bumi harus bersiap menghadapi puncak aktivitas matahari, yakni akhir 2013 hingga 2014. Badai matahari sebenarnya merupakan siklus 11 tahunan.Ada tiga cara badai matahari dapat mengganggu teknologi buatan manusia, yakni melalui medan magnetik, radio,dan emisi radiasi. Juru Bicara Badan Antariksa dan Penerbangan Nasional (NASA) AS Rob Navias memaparkan, badai matahari tidak menimbulkan risiko bagi enam astronot yang tengah berada di Stasiun Antariksa Internasional (ISS). andika hendra m
Sabtu, 10 Maret 2012
Posted by Unknown
Tag :

Fisika Gasing Prof. Yohanes Surya


Selama 13 tahun sambil membina Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Prof. Yohanes Surya melakukan penelitian  dalam menemukan  suatu pembelajaran fisika yang mudah diterima oleh siswa, mudah diajarkan oleh guru serta  membuat  peserta ajar merasa asyik dan menyenangkan.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Yohanes Surya, untuk membuat fisika itu gampang, asyik dan menyenangkan (Gasing)  beberapa hal perlu diperhatikan (sebenarnya ini tidak semuanya baru) :
1.     Hindari matematika yang sulit, kalau perlu cari alternatif solusi yang menggunakan matematika lebih sederhana
Contoh:  Sebuah benda diletakan pada jarak 30 dari sebuah lensa positif dengan fokus 10 cm. Jika tinggi benda 2 cm, hitung tinggi bayangan.

Jawab: Konsep fisika dalam penyelesaian soal ini adalah pembiasan cahaya. Gambar diatas diperoleh dengan menggunakan konsep pembiasan cahaya.  Untuk mendapatkan tinggi bayangan kita tidak perlu menggunakan rumus baku 1/f = 1/s + 1/s’ tetapi cukup menggunakan geometri (karena ini adalah optika geometri ) yaitu melihat dua segitiga yang diarsir diatas. Dari gambar terlihat bahwa a:2 =10:20 atau a = 1 cm.
2.     Manfaatkan pengertian konsep fisika  yang benar dan lebih menekankan pada logika dibandingkan dengan menggunakan rumus-rumus turunan.
Contoh: Dua sepeda bergerak saling berhadapan masing-masing dengan laju  5 m/detik. Jarak kedua sepeda mula-mula 50 meter. Setelah berapa detik kedua sepeda akan saling berpapasan?
3.     Gunakan angka-angka yang mudah dan bulat seperti 1 ,  2  , atau 10 ketika sedang mengajarkan konsep melalui berbagai contoh soal.  Hindari angka-angka koma atau pecahan agar  konsentrasi siswa tidak disimpangkan dari solusi fisika ke solusi matematika.
Contoh:  dalam mempelajari konsep gravitasi, gunakan percepatan gravitasi 10 m/det2 bukan 9,8 m/det2. Setelah mereka faham konsepnya dan tahu cara menyelesaikan soal, baru kita gunakan angka yang sebenarnya.
4.     Perbanyak dialog langsung dengan siswa terutama tentang konsep-konsep fisika yang baru diajarkan. Minta mereka mengeluarkan pendapatnya untuk menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan konsep yang diberikan.
5.     Perbanyak eksperimen dan demonstrasi fisika sehingga tiap murid menikmati asyiknya fisika dan mereka bisa merasakan bahwa fisika itu sungguh menyenangkan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Yohanes Surya kini sedang disebarluaskan melalui gerakan cinta Fisika. Melalui gerakan sosial ini diharapkan bukan hanya para guru tetapi masyarakat luas akan senang belajar fisika.  Di beberapa daerah sudah berlangsung dan hasilnya sangat menggembirakan. Hampir semua yang pernah dilatih melihat betapa asyiknya dan mudahnya belajar fisika itu.
Agar hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang maka sedang diusahakan agar hasil penelitian ini dapat dituliskan dalam bentuk buku pelajaran Fisika Gasing SMP dan Fisika Gasing SMA

Link:

- Bahan Pelatihan Fisika Gasing (Pdf)
- Kesan-kesan Guru SMP (Pdf)
- Kesan-kesan Guru SMA (Pdf)
- Kesan Murid Papua (Pdf)
- Kesan Murid Pontianak
- Kesan Murid Kelas Super (Pdf)
- Kampanye Cinta Fisika (Pdf)

Komunitas Fisika Gasing:
http://groups.google.com/group/fisikagasing
Email: fisikagasing@googlegroups.com



(Yohanes Surya)
Minggu, 18 Desember 2011
Posted by Unknown
Tag :

Gerak Melingkar Beraturan (GMB)


GERAK MELINGKAR BERATURAN









Komponen :
1.      1.  Periode (T=t/n, T=1/ƒ)
2.       2. Frekuensi (ƒ=n/t, ƒ=1/T)       s-1=Hz (RPM=Rotasi Per Menit)
3.       3. Kecepatan sudut (Angulen       ω=Omega)
·         Selalu mengikuti busur lingkaran
·         ω = 2π ƒ      ƒ=1/T
·         ω = 2 π/T
·         Satuan       Rad/s
4.     4.   Kecepatan linear (V)
·         Menyinggung busur lingkaran
·         V= ω.R
·         V=2 .π .ƒ.R
·         V=(2 .π/T)R
5.       5. Percepatan setripetal (ɑs)
·         Menuju pusat lingkaran
·         Mengikuti jari-jari lingkaran
·         ɑs=V2/R      V= ω.R
·         ɑs= ω2.R2/R       ɑs= ω2.R
6.      6.  Gaya
·         Gaya sentripetal (ƒs)
-Menuju pusat lingkaran
·     Gaya sentrifugal/Gaya semu (Fƒ)
-Menuju keluar lingkaran
            Fs=Fƒ
(Hk. Newton I : F=m.a)
-Fs=m(V2/R)
-Fs=m.ω2.R
7.     7.  Jarak tempuh (ɵ)
ɵ=s/R        ɵ=a·
s=Keliling lingkaran
Uji kepahaman
Dik : Roda       R=40cm
                      n=120kali
                      t=1menit
Dit :
  • a.       ƒ
  • b.      T
  • c.       ω
  • d.      V
  • e.       ɑs
  • f.       Fs=...? Jika m=2kg.
Jumat, 28 Oktober 2011
Posted by Unknown
Tag :

Popular Post

- Copyright © Oktalavida's Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -