Belajar Wewaran Bali

BELAJAR WEWARAN BALI
Habis ulangan tentang wewaran capek muter-muter otaknya. Itu terjadi karena saya tidak hafal kunci pokoknya yaitu wuku, wewaran dan rumusnya sehingga saya pun terpaksa R dan dari situ sya kepikiran untuk ngeblog sambil menghafal wuku, wewaran dan rumusnya. Untuk dapat pahan dengan materi ini pertama tentunya kita harus mengenal serta hafal dengan wuku yang jumlahnya 30. Berikut daftar 30 wuku tsb :Sinta

  1.  Landep
  2. Ukir
  3. Kulantir
  4. Tolu
  5. Gumbreg
  6. Wariga
  7. Warigadean
  8. Julungwangi
  9. Sungsang
  10. Dungulan
  11. Kuningan
  12. 13.Langkir
  13. 14.  Medangsia
  14. 15.  Pujut
  15. 16.  Pahang
  16. 17.  Krulut
  17. 18.  Mrakih
  18. 19.  Tambir
  19. 20.  Medangkungan
  20. 21.  Matal
  21. 22.  Uye
  22. 23.  Menail
  23. 24.  Prangbakat
  24. 25.  Bala
  25. 26.  Ugu
  26. 27.  Wayang
  27. 28.  Klau
  28. 29.  Dukut
  29. 30.  Watugunung
Cara cepat menghafalnya versi sya adalah dengan menghafal per 10 wuku sehingga kita bisa menghafal 3 kelompok wuku.
Dengan menggunakan 5 jari tangan kita, kita dapat menentukan Buda Kliwon, Tumpek, Buda Wage/Cemeng, Anggara Kasih, Kosong. Dimana bagiang-bagian jari yang mewakili rahinan tsb adalah sbb :
Kita gunakan tangan kiri
Ibu jari = Buda kliwon (Sinta, Gumbreg, Dungulan, Pahang, Matal, Ugu)
Telunjuk = Tumpek (Landep, Wariga, Kuningan, Krulut, Uye, Wayang)
Jari tengah = Buda wage/cemeng (Ukir, Warigadean, Langkir, Mrakih, Menail, Klau)
Jari manis = Anggara kasih (Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, Prangbakat, Dukut)
Jari kelingking = Kosong ( tidak ada rahinan) (Tolu, Sungsang, Pujut, Medangkungan, Bala, Watugunung)
Nah habis berkutat dengan wuku kita sekarang menuju wewaran. Berikut daftar wewarannya :
1.      Eka Wara = Luang
2.      Dwi Wara = Menge, pepet
3.      Tri Wara = Pasah, beteng, kajeng
4.      Catur Wara = Sri, laba, jaya, menala
5.      Panca Wara = Umanis, paing, pon, wage, kliwon
6.      Sad Wara = Tungleh, ariang, urukung, paniron, was, maulu
7.      Sapta Wara = Radite, soma, anggara, buda, whraspati, sukra, saniscara
8.      Asta Wara = Sri, indra, guru, yama, rudra, brahma, kala, uma
9.      Sanga Wara = Dangu, dangur, gigis, nohan, ogan, erangan, urungan, tulus,dadi
10.  Dasa Wara = Pandita, pati, suka, duka, sri, manu, manusa, raja, dewa raksasa
Nah, selain itu dalam mencari wewaran diperlukan juga urip dari Panca wara serta Sapta wara+nomor urut Sapta wara. Berikut ini daftarnya :
1.      Urip Panca wara :
-Umanis = 5
-Pahing = 9
-Pon = 7
-Wage = 4
Kliwon = 8
2.      Urip Sapta wara :
-Radite = 5
-Soma = 4
-Anggara = 3
- Buda = 7
-Whraspati = 8
-Sukra = 6
-Saniscara = 9

Dari sekian banyak daftar itu kalian sudah hafal bukan...??? Harus hafal..lho!! ^;^, sekarang kita bisa langsung ke rumus à Cekidot>..<
1.      Rumus mencari Eka wara

Urip panca wara + Urip sapta wara = Jika hasilnya genap maka eka waranya kosong jika ganjil maka ekawaranya luang.
2.      Rumus mencari Dwi wara

Urip panca wara + Urip sapta wara = Jika hasilnya genap maka Dwi waranya menge apabila ganjil dwo waranya pepet.
3.      Rumus mencari Tri sampai Sanga Wara

(No urut wuku X 7) + No urut Sapta Wara/n = a,b (hasil)

Ket :
n = Bilangan 3-9 ( 3 digunakan apabila mencari Tri wara, 4 digunakan apabila mencari Catur wara dst. Jadi satu rumus ini digunakan untuk mencari 7 wewaran hanya diganti penyebutnya saja sesuai wewaran yang dicari).
a,b = a merupakan bilangan hasil bagi utama dan b merupakan sisa dari hasil pembagiannya tersebut. Disini yang digunakan untuk menentukan wewarannya ialah b, kita mencari urutan wewaran sesuai nilai b.

Apabila belum paham entar sya kasi contohnya... sbar ya..!!! Mending baca dulu sampai habis.
Perkecualian : Untuk mencari Catur wara dan Asta wara apabila nomor urut wukunya 1-10 digunakan rumus yang sedikit berbeda, yaitu sebagai berikut :
            (No urut wuku X 7) + no urut sapta wara + 2/4 atau 8 = a,b (hasil)
Perbedaan sudah terlihat bukan?? Ya, hanya ditambah 2 saja, itu bedanya.
4.      Rumus mencari Dasa wara

Urip Panca wara + urip Sapta wara + 1/10 = a,b

Sabtu, 10 Desember 2011
Posted by Unknown

Materi Kepemimpinan

Dapet tugas dari guru membuat rangkuman salah satu materi smt 1 saya buat aja materi kepemimpinan. Seperti yang sedang kita alami skrg di Indonesia khususnya kita sedang krisis pemimpin itu istilahnya. Jadi skrg para pemimpin kita itu gak ada yang bener. Setiap nonton berita ada aja kasus pemimpin terdakwa korupsi ada juga selingkuh dll. Dimana pemimpin idaman kita skarang kok gak pernah muncul-muncul??? Okelah silahkan baca teori kepemimpinan berikut (hanya teori)............

BAB II
KEPEMIMPINAN (Nitisastra)

1.      Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas atau tindakan untuk mempengaruhi serta menggiatkan dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan (George Terry, dalam bukunya Principles Of Management).
2.      Konsep Kepemimpinan Hindu menurut Nitisastra
A.    Catur Kotamaning Nrpti
Catur Kotamaning Nrpti adalah empat sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau Swamin (raja). Berikut ini adalah bagian-bagiannya:
1)      Jnana wisesa sudha, artinya seorang pemimpin harus memiliki ilmu pengetahuan yang luhur dan suci.
2)      Kaprahitaning praja, artinya seorang pemimpin harus memiliki rasa welas asih kepada rakyatnya.
3)      Kawiryan, artinya seorang pemimpin harus berwatak pemberani dan pantang menyerah.
4)      Wibawa, artinya seorang pemimpin harus berwibawa terhadap bawahann dan rakyatnya.
B.     Tri Upaya Sandhi
Tri Upaya Sandhi adalah tiga upaya swamin untuk menghubungkan atau mendekatkan dirinya dengan rakyatnya. Berikut adalah ketiga bagian dari Tri Upaya Sandhi:
1)      Rupa, artinya swamin harus pintar membaca gambaran wajah rakyatnya supaya tahu keadaan bathin daripada rakyatnya tersebut.
2)      Wangsa, artinya seorang pemimpin harus tahu susunan masyarakat (stratifikasi sosial) yang dipimpinnya.
3)      Guna, artinya swamin harus tahu tingkat pendidikan, pengetahuan serta keahlian yang dimiliki rakyatnya.
C.    Asta Brata
Asta Brata adalah delapan sifat kepemimpinan yang harus diterapkan oleh seorang pemimpin dalam kepemimpinannya. Berikut adalah bagian-bagian dari Asta Brata:
1)      Indra Brata, artinya pemimpin harus seperti Dewa Indra, yaitu berusaha menciptakan rasa subur dan makmur dalam proses kehidupan.
2)      Yama Brata, artinya pemimpin harus seperti Dewa Yama, yaitu menegakkan supremasi hukum, dengan bertindak adil seadil-adilnya.
3)      Surya Brata, artinya pemimpin seperti Dewa Surya, yaitu memberikan penerangan kepada rakyat secara menyeluruh dan merata.
4)      Candra Brata, artinya pemimpin harus seperti Dewa Candra, yaitu lembut dan menyejukkan rakyat, sehingga merasa aman dan terlindungi dalm proses kehidupan.
5)      Bayu Nila Brata, artinya pemimpin harus seperti Dewa Bayu, yaitu masuk kesela-sela rakyat yang terbawah sehingga tersentuh hatinya. Tidak membedakan ras/marganya.
6)      Kuwera Brata, pemimpin harus seperti Dewa Kuwera, yaitu adil dalam memberikan bantuan tanpa ada perbedaan.
7)      Baruna Brata, artinya pemimpin harus seperti Dewa Baruna, yaitu memberikan keamanan dan pendidikan secara merata.
8)      Agni Brata, artinya pemimpin harus seperti Dewa Agni, yaitu bersifat kesatria dalam mengatasi bentuk permasalahan.
D.    Sad Upaya Guna
Sad Upaya Guna adalah enam sifat bersahabat yang harus dimiliki seorang swamin. Berikut bagian-bagiannya:
1)      Siddhi, artinya kemampuan mengadakan sahabat.
2)      Stana, artinya dapat menjaga hubungan dan perdamaian dengan baik dan memprioritaskan tentaranya untuk menjaga kedaulatan negara dan menjaga perdamaian serta menghindari peperangan.
3)      Wigrha, artinya kemampuan untuk memisahkan setiap permasalahan atau persoalan serta dapat mempertahankan hubungan baik.
4)      Wibawa, artinya memiliki wibawa.
5)      Winarya, artinya cakap memimpin.
6)      Gascarya, artinya berkemampuan untuk menghadapi lawan yang kuat.
E.     Lontar Raja Pati Gondala
Disini disebutkan sepuluh macam hal yang patut dijadikan sahabat oleh seorang pemimpin atau swamin, berikut ini bagiannya:
1)      Satya, artinya kejujuran.
2)      Arya, artinya orang besar.
3)      Dharma, artinya kebajikan.
4)      Asurya, artinya orang yang dapat mengalahkan musuh.
5)      Mantri, artinya orang yang dapat mengalahkan kesusahan.
6)      Salyatawan, artinya orang yng banyak sahabatnya.
7)      Bali, artinya orang yang kuat dan sakti.
8)      Kaparamarthan, artinya kerohanian.
9)      Kadiran, artinya orang yang tetap pendirian.
10)  Guna, artinya orang yang banyak ilmu dan pandai.
3.      Tipe-tipe Kepemimpinan
A.    Tipe Kharismatis, yaitu tipe pemimpinyang memiliki kekuatan energi, daya tarik dan perbawa yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat banyak jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Yang termasuk tokoh prmimpin kharismatis ialah Jengis, Khan, Hitler, Gandhi, John F. Kennedy, Ir. Soekarno, Margarete Tatcher, Gorbachev dan yang lainnya.
B.     Tipe Paternalistis, yaitu tipe kepemimpinan yang bersifat kebapakan. Begitu juga dengan tipe maternalistis tipe kepemimpinan yang bersifat keibuan yang ditandai dengan sikap over protective serta kasih sayang yang berlebihan.
C.    Tipe Militeristis, yaitu tipe kepemimpinan yang bersifat kemiliter-militeran. Namun hanya gaya luarnya saja seperti militer. Tetapi jika dilihat lebih seksama, tipe ini mirip dengan tipe otoriter.
D.    Tipe Otokratis, yaitu tipe pemimpin yang egois atau pemimpin yang selalu ingin berkuasa. Dalam pembuatan suatu keputusan tanpa meminta pertimbangan dari bawahan langsung memutuskan sendiri.
E.     Tipe Laissez Faire, yaitu pemimpin yang tidak melakukan tugasnya sebagai pemimpin. Seorang pemimpin hanya sebagai simbul, segala tindakan bebas dilakukan oleh bawahan serta rakyatnya dengan resiko ditanggung sendiri.
F.     Tipe Populistis, yaitu tipe kepemimpinan yang berpegang teguh terhadap nilai-nilai masyarakat tradisional serta mampu membangun solidaritas rakyatnya. Tipe ini sangat menonjolkan akan kecintaannya terhadap bangsa dan negara sendiri.
G.    Tipe Administratif dan Eksekutif, yaitu tipe kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administratif secara efektif.
H.    Tipe Demokrasi, yaitu tipe kepemimpinan yang berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terjadi kerjasama yang baik antara seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat dengan rasa tanggung jawab yang besar pada masing-masing individu.
4.      Pemimpin Ideal
A.    Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang universal, yakni para pemimpin yang mampu memahami dan menerapkan ajaran Asta Brata, Panca Upaya Sandhi, Nawa Natya, Tri Upaya Sandhi, Catur Kotamaning Nrpti, Panca Dasa Paramiteng Prabhu, Sad Upaya Guna dan ajaran lainnya sebagaimana terdapat dalam kitab weda.
B. Kepemimpinan yang kondisional, yaitu pemimpin yang memiliki kemampuan secara teknis untuk menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai dengantempat, waktu dan keadaan “desa, kala dan patra” dari masyarakat yang dipimpinnya.

Jumat, 09 Desember 2011
Posted by Unknown

Materi Bahasa Jepang Kelas X Semester 1 (Full)

Selamat pagi semua!!! Akhirnya tugas matpel saya udah clear tinggal menghadapi MOO saja. Hari yang berbahagia ini saya berikan rangkuman materi bahasa jepang kelas X semester 1 Full. Ini saya buat sendiri waktu ini karena diberikan tugas oleh guru, padahal sebenarnya saya disuruh buat karangan bukan rangkuman (oon bgt)... saya mengerjakannya dari jam 6 sore sampai jam 10 malam, namun pada akhirnya saya membuat karangan disekolah tak samapai 10 menit udah selesai (aduh jelek nasibe...). Okelah berikut ini cuplikan File word Yang bisa kalian download:


BAB I
AISATSU (Salam)
Kosakata :
A.    Salam Sapaan
·         Ohayou gazaimasu dibaca ohayou gozaimas = Selamat pagi
·         Konnichiwa dibaca kongnichiwa = Selamat siang
·         Konbanwa dibaca kombanwa = Selamat malam
·         Oyasuminasai = Selamat tidur
B.     Salam Perpisahan
·         Sayounara = Selamat tinggal
·         Dewa mata = Sampai nanti
·         Mata ashita dibaca mata ashta = Sampai jumpa besok
·         Mata raishuu = Sampai jumpa minggu depan
C.    Menanyakan Kabar
·         Ogenki desu ka = Apakah kamu sehat? (partikel ka digunakan pada kalimat tanya)
Hai, genki desu = Ya, saya sehat. ( hai, genki desu digunakan untuk menjawab pertanyaan ogenki desu ka)
·         I kaga desu ka = Apa kabar?
·         Ohisashiburi desu ne = Sudah lama tak berjumpa. (digunakan sebelum menanyakan kabar)
·         Okage sama de genki desu = Berkat doa anda saya sehat. (digunakan untuk menjawab kabar dari orang yang dihormati)
D.    Ucapan salam lainnya
·         Sumimasen = Maaf
·         Doumo = Terimakasih (untuk orang seumuran)
·         Arigatou gozaimasu = Terimakasih (untuk orang yang lebih tua)
·         Iie = Tidak (dalam hubungan sumimasen berarti tidak apa-apa)

BAB II
TATTE KUDASAI (Intruksi)
Kosakata :
A.    Angka Jepang
0
Zero
4
Yon
8
Hachi
20
Ni juu
1
Ichi
5
Go
9
Kyuu
25
Ni juu go
2
Ni
6
Roku
10
Juu
80
Hachi juu
3
San
7
Nana
11
Juu ichi
99
Kyuu juu kyuu
B.     Intruksi
·         Kiite kudasai = Dengarkan
Contoh : Teepu o kiite kudasai = Dengarkanlah kaset!
·         Kaite kudasai = Tulislah
Contoh : Nouto ni kaite kudasai = Tulislah di buku catatan!
·         Yonde kudasai = Bacalah
Contoh : Hon o yonde kudasai = Bcalah buku!
·         Akete kudasai = Bukalah
Contoh : 12 peiji o akete kudasai = Bukalah halaman 12!
·         Itte kudasai = Ucapkanlah
Contoh : Mou ichido itte kudasai = Ucapkanlah sekali lagi!
·         Mite kudasai = Lihatlah
Contoh : E o mite kudasai = Lihatlah gambar!
·         Suwatte kudasai = Duduklah
Contoh : Isu ni suwatte kudasai = Duduklah di kursi!
·         Tatte kudasai = Berdirilah
Contoh : Minasan, tatte kudasai = Berdirilah!
·         Kite kudasai = Datanglah
Contoh : Mae ni kite kudasai = Majulah kedepan!.........

Untuk lihat selengkapnya (9 BAB) download link di bawah :
Posted by Unknown

Popular Post

- Copyright © Oktalavida's Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -